Sahat Tu Ginjang : Mimpi Terakhir Bapak dan Dua Puluh Tahun Menolak Jatuh
Rp150.000
Memoar
SAHAT TU GINJANG
Sahat tu Ginjang adalah kisah nyata tentang seorang anak desa dari Pardinggaran yang tumbuh dengan keterbatasan, kehilangan sosok bapak di usia muda, dan perjalanan panjang mencari arti sebuah mimpi: mimpi terakhir seorang bapak sebelum ia pergi.
Dari danau, sawah, dan rumah sederhana, hingga ruang kuliah, dunia kerja, dan tanggung jawab baru sebagai suami dan ayah, buku ini menuturkan perjuangan, keputusan-keputusan sulit, orang-orang baik yang hadir di sepanjang jalan, serta pertanyaan yang tak pernah benar-benar selesai: apakah mimpi itu benar?
Lebih dari sekadar kisah hidup, buku ini adalah pengingat bahwa titik awal tidak harus menentukan titik akhir. Dengan pendidikan, ketekunan, kepercayaan, dan kepedulian, seseorang dapat bangkit, memanjat, dan membuka jalan bagi orang lain.
“Manjangkit sada hau ho, torop mamandanguri ho, so sundat alogo pe mansai gogo, alai sahat doho tu ginjang, ndang madabu ho.”
— Kau memanjat sebuah pohon. Banyak melempar, angin bertiup ken
- Kondisi
- Baru
- Berat
- 350gr
- Tanggal Posting
- 2026-09-30 23:02:35